Cara Perhitungan Cicilan Pinjaman Per Bulan

Cicilan pinjaman merupakan sejumlah uang yang harus dibayar debitur kepada bank atau koperasi. Cicilan pinjaman biasa dibayarkan tiap bulan dan merupakan kewajiban debitur. Bagi debitur, sebenarnya penting untuk mengetahui cara perhitungan cicilan pinjaman per bulan ini.

Dengan begitu debitur bisa memperkirakan porsi bunga yang dibayarkan serta dapat memilih bunga yang paling menguntungkan.

Advertisements

Bagaimana cara perhitungan cicilan pinjaman per bulan?

Sebelum menghitung cicilan pinjaman per bulan, mari kita buat simulasi pinjaman.

Semisal, Pak Ady meminjam uang sejumlah Rp 132 juta yang ingin ia kembalikan dalam waktu 12 bulan. Semisal, besar suku bunga yang dikenakan ialah 10%.

Nah, lalu bagaimana cara menghitungnya?

Eits, jangan langsung hitung. Karena ternyata ada 3 jenis suku bunga yang diberlakukan di bank, yakni bunga flat, bunga efektif dan bunga anuitas. Dengan simulasi pinjaman Pak Ady tadi, bisa diperoleh besar cicilan pinjaman yang berbeda-beda. Baca Bisakah Mengajukan Pinjaman Online Tanpa Rekening Pribadi

  1. Bunga Flat

Dengan bunga flat artinya cicilan anda tiap bulannya akan sama hingga masa kredit berakhir.

Berikut adalah perhitungan dengan Bunga Flat :

Cicilan pokok = Rp.132.000.000 : 12 bulan

= Rp.11.000.000

Bunga per bulan          = (Rp.132.000.000 x 10%) : 12 bulan

= Rp.1.100.000

Cicilan per bulan         = Rp.11.000.000 + Rp.1.100.000

= Rp. 12.100.000

Dari penghitungan di atas, bisa dilihat bahwa ketika meminjam uang sebesar 132 juta selama 12 bulan dengan suku bunga 10%, maka cicilan per bulannya adalah Rp.12.100.000,-. Sementara bunga yang harus dibayarkan tiap bulannya adalah Rp.1.100.000.

  1. Bunga Efektif

Pada bunga efektif, jumlah cicilan akan terus berkurang pada bulan-bulan berikutnya. Kenapa? Karena pada bunga efektif, penghitungannya adalah dengan mengalikan suku bunga dengan saldo pokok pinjaman yang tersisa. Semakin bertambah bulan, saldo pokok pinjaman akan terus berkurang. Begitu pula dengan besar cicilannya.

 Simak perhitungannya berikut ini :

Cicilan pokok = Rp.132.000.000 : 12 bulan

= Rp.11.000.000

Cicilan bulan 1 = Rp. 11.000.000 + {(Rp.132.000.000 x 10%) : 12 bulan}

= Rp.11.000.000 + Rp.1.100.000

= Rp. 12.100.000

Cicilan bulan 2 = Rp. 11.000.000 + {(Rp.121.000.000 x 10%) : 12 bulan}

= Rp.11.000.000 + Rp.1008.333

= Rp. 12.008.333.

Bisa dilihat bahwa cicilan pada bulan kedua (Rp. 12.008.333,-) lebih kecil dari bulan pertama (Rp. 12.100.000,-). Jumlah

cicilan ini akan terus berkurang hingga bulan-bulan berikutnya. Baca Apakah Fitur Utama Pinjaman Tanpa Agunan?

Advertisements
  1. Bunga Anuitas

Bunga anuitas ini sebenarnya prinsip penghitungannya sama saja dengan bunga efektif. Hanya saja, ada sedikit modifikasi pada penghitungannya sehingga jumlah cicilan tiap bulannya akan sama.

Bank biasanya menggunakan aplikasi khusus untuk melakukan penghitungan bunga anuitas. Namun jangan khawatir, karena Anda juga dapat menghitungnya sendiri dengan kalkulator online bunga anuitas ini.

Bagaimana hasil penghitungan bunga anuitas? Mari kita lakukan dengan simulasi penghitungan yang tadi. Berikut adalah hasil penghitungannya :

Cicilan ke Saldo pinjaman Cicilan pokok Bunga Total cicilan
1 Rp. 132.000.000 Rp.10.504.897 Rp.1.100.000 Rp.11.604.897
2 Rp.121.495.103 Rp.10.592.438 Rp.1.012.459 Rp.11.604.897
3 Rp.110.902.665 Rp.10.680.708 Rp.924.189 Rp.11.604.897
4 Rp.100.221.957 Rp.10.769.714 Rp.853.183 Rp.11.604.897
5 Rp.89.452.243 Rp.10.859.462 Rp.745.435 Rp.11.604.897

Dapat dilihat bahwa total cicilan dari bulan 1 sampai 5 tetaplah sama. Sementara itu, jumlah bunga dan cicilan pokoknya bulannya terus menurun seiring dengan menurunnya jumlah saldo pinjaman. Bunga anuitas dan efektif ini pada prinsipnya adalah sama-sama lebih ringan.

Itulah cara penghitungan cicilan pinjaman bank berdasar jenis bunganya.

Dari ketiga suku bunga yang ada, biasanya suku bunga anuitas lebih banyak disukai. Kenapa? Karena selain lebih ringan cicilannya, jumlah cicilan tiap bulannya juga selalu sama alias lebih stabil.

Suku bunga efektif bisa menjadi pilihan favorit kedua, karena total cicilan tiap bulannya semakin lama semakin ringan. Sementara itu, jenis suku bunga yang paling banyak digunakan di bank biasanya ialah suku bunga flat dan efektif. Baca Bagaimana Tata Cara Pinjam Uang di Bank?

Selain dipengaruhi oleh jenis bunga yang diberlakukan, cicilan pinjaman per bulan juga dipengaruhi oleh beberapa hal, yakni :

  1. Besar pinjaman
  2. Besar suku bunga
  3. Tenor/jangka waktu pengembalian pinjaman
Advertisements