Kredit Multiguna Pinjaman Bank DKI untuk PJLP

Bank DKI atau Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan bank daerah yang berada di Jakarta. Bank ini dapat menjadi tujuan bagi PJLP yang sedang mencari kredit.

PJLP atau Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan merupakan sebutan untuk Pegawai Harian Lepas (PHL) atau Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Advertisements

PJPL dapat mengajukan Kredit Multiguna di Bank DKI. Selain PJPL, Kredit Multiguna ini dapat diajukan oleh CPNS, PNS maupun pegawai BUMN dan BUMD.

Persyaratan Pinjaman Bank DKI untuk PJLP

Berikut adalah persyaratan individu yang harus dipenuhi nasabah :

  • Berumur minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun
  • Merupakan WNI (Warga Negara Indonesia)
  • Pemegang KITAS karyawan

Sementara itu persyaratan dokumen yang harus dipenuhi adalah :

  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat nikah, cerai atau perjanjian perkawinan (jika ada)
  • Pas foto pemohon dan pasangan 4×6 sebanyak 2 lembar
  • Surat keterangan domisili, jika alamat berbeda dengan yang tertera di KTP

Baca Syarat Wajib Pinjaman Bank DKI untuk Usaha

Apabila pemohon dan pasangannya sama-sama bekerja, maka harus menyertakan dokumen berikut :

  • Fotokopi SK pengangkatan pegawai
  • Slip gaji asli atau surat keterangan penghasilan
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi kartu pegawai
  • Fotokopi kartu jamsostek
  • Fotokopi rekening tabungan atau koran selama 3 bulan terakhir

Selain itu, siapkan dokumen jaminan. Untuk PJLP dapat menyiapkan SK pengangkatan sebagai jaminan.

Untuk PNS Pemprov DKI Jakarta, dokumen jaminan yang dapat digunakan adalah :

  • SK terakhir
  • SK pengangkatan pegawai negeri
  • SK pengangkatan calon pegawai negeri
  • Kartu pegawai
  • Kartu taspen

Sementara untuk pegawai swasta, nasional, BUMN serta BUMD dapat menyertakan dokumen jaminan :

Advertisements
  • SK pegawai tetap
  • Kartu jamsostek
  • Ijazah terakhir
  • Jaminan tambahan
  • BPKB kendaraan bermotor yang tahun pembuatannya 5 tahun terakhir

Prosedur Pengajuan Pinjaman Bank DKI untuk PJLP

  1. Datangilah kantor cabang Bank DKI di wilayah anda
  2. Ajukanlah permohonan Kredit Multiguna. Jika anda belum mengisi formulir pendaftaran, maka petugas akan memberikan formulir
  3. Usai pengisian formulir, serahkan seluruh persyaratan dokumen ke petugas
  4. Selanjutnya, anda akan diminta untuk menunggu. Bank DKI akan memproses pengajuan pinjaman anda
  5. Konfirmasi tentang diterima atau ditolaknya pinjaman akan diberitahukan setelahnya. Apabila pengajuan pinjaman disetujui, maka akan dilakukan penandatanganan akad kredit bersama notaris. Barulah dana pinjaman dapat dicairkan.

Baca Apakah Fitur Utama Pinjaman Tanpa Agunan?

Tentang Kredit Bank DKI untuk PJLP atau Kredit Multiguna

Sebelum mengajukan kredit, nasabah tentu ingin mengetahui informasi lengkap kredit tersebut. Kredit Multiguna sendiri merupakan kredit khusus untuk pegawai pemerintah pusat, provinsi maupun perusahaan swasta di DKI Jakarta.

Plafon Kredit Multiguna ini mencapai Rp 300 juta. Kredit ini dapat digunakan untuk berbagai jenis keperluan baik yang produktif maupun konsumtif seperti pernikahan, biaya pendidikan hingga membeli kendaraan bermotor. Masa pinjaman Kredit Multiguna maksimal adalah 5 tahun.

Berikut ialah informasi tentang suku bunga yang dikenakan Bank DKI pada Kredit Multiguna :

  • Untuk pinjaman senilai Rp 20 juta – Rp 300 juta dalam waktu 12 – 36 bulan, suku bunganya adalah 10,5% per tahun
  • Untuk pinjaman senilai Rp 20 juta – Rp 300 juta dalam waktu 48 – 60 bulan, suku bunganya adalah 11,5% per tahun

Biaya-biaya dalam Kredit Multiguna

            Pada saat pencairan kredit, nominal yang dicairkan akan dipotong dengan beberapa biaya. Biaya tersebut antara lain : Baca Bagaimana Bank Menentukan Keputusan Pinjaman Tanpa Agunan?

  • Biaya administrasi
  • Biaya provisi, yang bisa dibilang biaya utang budi kepada bank karena telah mencairkan pinjaman. Besarnya adalah 1% dari jumlah pinjaman
  • Biaya pemrosesan kredit, yakni Rp 250.000,-
  • Biaya asuransi
  • Biaya materai, yakni Rp 6000,-

Selain biaya tersebut, ada biaya lain yang dikenakan dalam beberapa situasi tertentu, yakni :

  • Biaya pelunasan awal, dikenakan saat nasabah melunasi seluruh hutang sebelum jatuh tempo. Besarnya 5% dari sisa cicilan pokok
  • Biaya keterlambatan, dikenakan saat nasabah terlambat membayar angsuran. Besarnya adalah Rp 150.000,-/hari.