Melihat Perhitungan Pelunasan Pinjaman Bank BRI

BRI telah menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu, oleh karena itu jangan ditanyakan lagi jumlah nasabah yang dimiliki oleh bank yang satu ini. Bagi Anda yang mempunyai hutang di bank tentunya sempat terpikir untuk melunasi hutang lebih cepat dibandingkan dengan tenor yang telah disepakati.

Hal tersebut sah saja untuk dilakukan, apalagi mengingat bunga kredit yang terus membayangi. Namun bank BRI memiliki aturan sendiri mengenai percepatan pelunasan hutang ini, mari simak ulasan berikut ini.

Advertisements

Keuntungan Melakukan Pelunasan Hutang

Hutang merupakan salah satu hal sensitif yang sebaiknya dilunasi dengan segera. Dalam aturan Islam pun menyarankan untuk melakukan pelunasan hutang dengan segera. Apalagi jika mengingat bahwa usia manusia tidak ada yang tahu ujungnya kapan.

Jangan sampai membebani ahli waris dengan utang dunia yang ditinggalkan. Berikut ini beberapa keuntungan melakukan pelunasan hutang sebelum masa tenor berakhir.

  • Meringankan beban finansial tiap bulan tentunya akan menjadi tujuan utama ketika Anda telah melunasi hutang. Finansial per bulan akan lebih bernafas karena telah mengalami kestabilan kembali. Tentunya hal ini akan mempengaruhi keadaan ekonomi keluarga Anda.
  • Perputaran uang menjadi lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih penting dan mendesak. Pelunasan hutang apalagi dari bank akan membuat sirkulasi keuangan lebih terpantau. Pepatah lebih cepat maka akan lebih baik pun jangan sampai Anda lupakan.
  • Hidup akan lebih tenang tanpa dikejar-kejar terus oleh hutang. Hidup yang sederhana sesuai dengan kemampuan akan terasa lebih nyaman dibandingkan dengan hidup dengan hutang yang menumpuk. Oleh karena itu ada baiknya Anda mengetahui perhitungan pelunasan pinjaman bank BRI agar tidak kaget nantinya.

Cara Menghitung Pelunasan Pinjaman dari Bank BRI

Bagi Anda yang memiliki hutang di bank BRI maka perlu mengetahui cara perhitungan pelunasan pinjaman dari bank yang merakyat ini. Terdapat berbagai aturan yang perlu Anda pahami ketika mengajukan percepatan pelunasan pinjaman di Bank BRI. Baca Kenapa Pencairan Pinjaman Bank BRI Lama Cair

Advertisements

Bank BRI telah melakukan klaim bahwa aturan ini telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia mengenai perhitungan akuntansi. Terdapat beberapa keluhan dari nasabah karena dinilai tidak wajar dan tidak masuk akal.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui aturan perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI sebagai bahan pertimbangan sebelum datang langsung ke kantor cabang.

Aturan yang ditetapkan oleh bank BRI dalam menghitung percepatan pelunasan dibandingkan tenor yang telah ditetapkan mengacu pada aturan dari Bank Indonesia. Hal ini menjadi suatu hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika hendak melakukan pelunasan.

Sisa hutang pokok menjadi suatu hal yang perlu Anda perhatikan karena masuk ke dalam perhitungan untuk percepatan pelunasan. History selama Anda melakukan pembayaran hutang harus selalu disimpan dengan baik agar Anda bisa mengetahui berapa sisa hutang pokok yang mesti Anda bayarkan kepada pihak bank.

Sisa hutang pokok juga dapat Anda hitung dengan cara total hutang dikurangi jumlah bulan yang telah Anda bayarkan. Setiap bulan tentunya Anda telah memiliki angsuran yang telah disesuaikan dengan jumlah dana pinjaman dan tenor yang dipilih. Sisa hutang pokok ini juga dapat menjadi acuan bagi Anda agar bisa memproyeksikan jumlah dana yang diperlukan untuk melakukan pelunasan pinjaman.

Sisa bunga berjalan dari waktu terakhir Anda membayarkan angsuran dengan tenor yang telah ditetapkan. Bunga bank ini dapat Anda hitung dengan bantuan history pembayaran tiap bulannya. Baca Download Cepat Formulir Pinjaman BRI Disini

Bunga kredit setiap bulan nominalnya selalu sama sehingga Anda tidak mengakumulasi jumlah bulan yang Anda langkahi untuk melakukan pelunasan hutang. Jangan lupa untuk memasukkan rekalkulasi bunga ke dalam perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI.