Penyelamatan dan Penyelesaian Kredit Bermasalah

Strategi penyelamatan kredit yang bermasalah itu memang diperlukan sebagai upaya untuk meminimalisir kerugian yang bisa timbul. Penanganan kredit bermasalah di bank biasanya akan dilakukan oleh unit khusus. Biasanya unit ini dibentuk khusus secara terpisah dari unit penanganan kredit yang tidak bermasalah (Performing Loan).

Untuk menentukan apakah penanganan kredit bermasalah ini akan dijalankan melalui menyelesaikan ataukah menyelamatkan kredit. Maka biasanya bank akan melihat 2 faktor dari kondisi debitur yaitu apakah Debitur tersebut masih potensial atau non potensial dan apakah debitur tersebut masih kooperatif atau non kooperatif.

Advertisements

Upaya yang biasa dilakukan dalam pengelolaan kredit bermasalah yang mana masih mempunyai prospek di dalam usahanya untuk meminimalkan kerugian yang bisa timbul.

Berikut ini ada beberapa strategi penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah, yaitu :

Rekstrukturisasi Kredit

Restrukturisasi kredit merupakan sebuah upaya atau usaha perbaikan yang dilakukan oleh Bank dalam kegiatan perkreditan. Hal ini dilakukan terhadap seorang Debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Keputusan untuk restrukturisasi kredit harus dilakukan oleh pihak ataupun  pejabat yang lebih tinggi dari pihak atau pejabat yang telah memutuskan pemberian kredit.

Bank hanya bisa melakukan restrukturisasi kredit terhadap seorang debitur yang memenuhi kriteria yaitu sebagai berikut

  • Debitur telah mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit.
  • Debitur diketahui masih memiliki prospek usaha yang baik dan juga dinilai mampu untuk memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi

Berikut ini adalah kategori dari cara-cara untuk melakukan restrukturisasi kredit dalam rangka penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah, yaitu

  1. Penjadwalan Kembali (Rescheduling)

Strategi ataupun langkah penyelamatan kredit dengan melakukan perubahan jangka waktu untuk pelunasan, jumlah setoran pelunasan, dan pembayaran bunga

  1. Persyaratan Kembali (Reconditioning)

Strategi ataupun langkah penyelamatan kredit dengan cara melakukan perubahan syarat-syarat kredit atau persyaratan baru. Seperti halnya penundaaan untuk pembayaran bunga sampai waktu tertentu, penurunan suku bunga dan pembebasan bunga dan sebagian pokok, dan lain sebagainya.

  1. Penataan kembali (Recapitalizing atau Restructuring)

Merupakan sebuah tindakan Bank pada nasabah dengan cara menambah modal usaha nasabah. Cara pertimbangan seperti ini pada nasabah yang memang membutuhkan tambahan dana untuk usaha yang dibiayai.

Hal ini untuk menghasilkan tingkat arus kas (cash flow) yang diinginkan di masa depan. Biasanya untuk usaha yang ditambah modal ini masih sangat layak namun terhenti karena kekurangan modal usaha.

Advertisements

Penjualan Aset Jaminan Maupun Non Jaminan

Penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah dengan melakukan penjualan aset. Penjualan aset jaminan atau non jaminan secara sukarela (di bawah tangan) atau lelang untuk bisa melunasi sebagian atau seluruh pinjaman.

Face Out

Penyelamatan kredit dengan cara mengalihkan atau menjual hak tagih terhadap Debitur kepada Kreditur lain. Dalam hal ini umumnya yaitu Bank atau perusahaan finansial lain yang kegiatan usahanya adalah mengelola kredit.

PSB (Penyertaan Sementara Bank)

Penyertaan Sementara Bank (PSB) merupakan penyertaan modal oleh Bank pada sebuah perusahaan debitur untuk mengatasi kegagalan kredit. Baca Perhitungan Pelunasan Kredit Mobil BCA Finance

Termasuk dalam hal penanaman dalam bentuk surat utang konversi wajib dengan opsi saham. Atau bisa juga jenis transaksi tertentu yang berakibat Bank memiliki ataupun akan memiliki saham pada perusahaan tertentu.

Pengelolaan Aset

Bank diberikan hak oleh Debitur untuk bisa mengelola aset jaminan atau aset lain yang diserahkan oleh Debitur. Dimana hasil dari pengelolaan aset tersebut akan menjadi sumber pembayaran hutang kepada Bank.

Debt to Asset Swap

Penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah dengan Debt to Asset Swap. Debt to Asset Swap merupakan hutang Debitur dibayar ataupun dilunasi dengan penukaran atau pemberian aset tertentu.

Debt to Convertible Bond Swap

Debt to Convertible Bond Swap merupakan hutang Debitur yang dibayar atau dilunasi dengan menggunakan penukaran atau penerbitan suatu jenis obligasi yang bisa dikonversikan menjadi saham.

Obligasi tersebut berasal dari perusahaan penerbit obligasi dan biasanya pada rasio pertukaran yang sudah bisa ditentukan terlebih dahulu pada saat penerbitan obligasi tersebut.

Perjanjian Penyelesaian Hutang (PPH)

Perjanjian yang dibuat disini antara debitur dengan Bank yang menyatakan hutang debitur akan bisa diselesaikan. Hal ini dengan melakukan sejumlah pembayaran atau penyerahan aset yang telah disepakati antara Debitur dan Bank. Baca Pelunasan Kredit Motor Adira Sebelum Waktunya

Inilah beberapa langkah penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah. Hal ini bisa saja terjadi kapanpun kadang bisa juga tanpa diduga. Jadi untuk bisa mengatasi semua itu memang diperlukan antisipasi untuk penanganannya.

Advertisements